Selasa, 13 Desember 2011

Bentuk Pola Kemitraan

Ngopi Bareng - kemitraan berasal dari kata mitra yang berarti teman atau kawan. Secara ekonomi, kemitraan dapat dijelaskan sebagai: kontribusi bersama, baik berupa tenaga (labour) maupun benda (property) atau keduanya untuk tujuan kegiatan ekonomi. Pengendalian kegiatan dilakukan bersama dimana pembagian keuntungan dan kerugian didistribusikan diantara pihak yang bermitra (Burns, 1996) Dalam pelaksanaan kerjasama kemitraan terdapat berbagai bentuk yang dapat diterapkan. Menurut Departemen Pertanian 2000 dalam Petrus (2004 : 25), Berdasarkan jangka waktunya kemitraan dibagi atas tiga jenis, yaitu:

  1. Kemitraan insidental
    Kemitraan ini merupakan kemitraan yang didasarkan oleh kepentingan ekonomi bersama dalam jangka pendek dan dapat dihentikan setelah kegiatan yang bersangkutan selesai.

  2. Kemitraan jangka menengah
    Kemitraan ini merupakan kemitraan yang dilakukan dengan atau tanpa perjanjian tertulis dan berlangsung dalam beberapa musim tertentu.

  3. Kemitraan jangka panjang
    Kemitraan ini merupakan kemitraan yang dilakukan dalam skala besar dan ada perjanjian tertulis. Hal ini didasarkan pada ketergantungan dalam pengadaan bahan baku, permodalan dan manajemen.


    Menurut Direktorat Jendral Bina Pengelolaan dan Pemasaran Hasil Pertanian, Departemen Pertanian (2003 : 5-10), kemitraan dalam usaha pertanian dapat dilaksanakan dengan enam pola, yaitu:

  • Pola inti plasma
    Pola ini merupakan hubungan kemitraan antara usaha kecil dengan usaha menengah atau usaha besar, yang di dalamnya usaha menengah atau besar bertindak sebagai inti dan usaha kecil selaku plasma. Perusahaan inti melaksanakan pembinaan mulai dari penyediaan sarana produksi, bimbingan teknis, sampai dengan pemasaran hasil produksi

  • Pola sub kontrak
    Pola ini merupakan hubungan kemitraan antara usaha kecil dengan usaha menengah atau besar, yang didalamnya usaha kecil memproduksi komponen yang diperlukan oleh usaha menegah atau usaha besar sebagai bagian dari produksinya.

  • Pola dagang umum
    Pola ini merupakan hubungan kemitraan antara usaha kecil dengan usaha menengah atau besar, yang didalamnya usaha menengah atau usaha besar memasarkan hasil produksi usaha kecil atau usaha kecil memasok kebutuhan yang diperlukan oleh usaha menengah atau usaha besar.

  • Pola waralaba
    Hubungan kemitraan atara usaha kecil dan usaha menengah atau usaha besar, dimana usaha besar memberikan hak lisensi, merek dagang dan saluran distribusinya kepada usaha kecil sebagai penerima waralaba yang disertai bantuan manajemen.

  • Pola keagenan
    Pola keagenan merupakan hubungan kemitraan yang didalamnya usaha mitra diberi hak khusus untuk memasarkan barang atau jasa dari usaha besar.

  • Pola Kerjasama Operatioanal Agribisnis (KOA)
    Pola KOA merupakan hubungan kemitraan yang didalamnya kelompok mitra menyediakan sarana, tenaga, sedangkan perusahaan mitra menyediakan modal, biaya, atau sarana untuk mengusahakan sehingga menghasilkan produk.

2 komentar:

  1. bagaimana implikasi dilapangan sulit dianalisa pola kemitraan apa yang diterapkan ,penelitiann saya pada perkebunan buah naga dgn pedagang pengumpul,bagaimana menurut anda? terima kasih atas jawabannya ??

    BalasHapus
  2. Hubungan petani dengan pedagang pengumpul yaitu kerjasama spontan. Petani bebas menjual produknya kepada pedagang pengumpul manapun, dan juga bisa menjual kepada KPP (koperasi produksi pertanian). mungkin hannya itu yang saya bisa jawab.

    BalasHapus